Monday, June 15, 2015

Agen Tegaskan Fredy Guarin Bertahan di Inter Milan


Agen Fredy Guarin, Marcelo Rerreyra membantah kliennya akan meninggalkan Inter Milan untuk bergabung ke klub Turki, Fenerbahce.
Menurut sang agen, Guarin betah bermain untuk Inter Milan.
Sejak musim lalu, Guarin terus diberitakan media-media Eropa akan hijrah dari Inter Milan. Bahkan, Guarin nyaris pindah ke Juventus pada awal tahun lalu.
Kini, rumor kedekatan Guarin ke Fenerbahce mulai merebak. Namun, agennya mengatakan tidak ada tawaran resmi dari Fenerbahce untuk menggaet Guarin.
"Saya tidak tahu bila Fenerbahce menginginkan Guarin. Saya hanya bisa katakan kami belum mendapat tawaran apapun dari klub itu," jelas Ferreyra kepada FCInterNews.
"Kami tidak mencari klub baru untuk Guarin. Dia begitu bahagia di Inter Milan. Dia ingin bertahan dan mempunyai hubungan baik dengan pelatih Roberto Mancini."
"Dia ingin memenangi gelar bersama Inter Milan. Kontraknya masih tersisa hingga 2017 dan saya bisa katakan bahwa dia senang berada di sini," ujar Ferreyra.

Posted By:

Mourinho Akan Perpanjang Kontrak, di Chelsea Sampai 2019


Manajer Chelsea, Jose Mourinho akan segera memperpanjang kontrak.
Diperkirakan nilai kontrak tersebut bernilai 7.5 juta pound per tahun.
Manajer asal Portugal tersebut akan menandatangani kontrak dengan durasi hingga tahun 2019 dan diyakini bahwa kedua belah pihak puas dengan negosiasi yang telah terjadi selama pembahasan kontrak tersebut.
Meski tidak ada pernyataan resmi, kabar tersebut telah mencuat di media Inggris dan Mourinho akan menandatangani kontrak baru setelah mengantarkan Chelsea kembali bangkit pada musim lalu.
Pelatih yang pernah menangani Inter Milan dan Real Madrid tersebut kembali pada tahun 2013 dan membawa kembali The Blues menyelesaikan di peringkat ketiga di musim pertamanya bertugas.
Dia hanya membutuhkan dua musim untuk kembali membawa Chelsea meraih gelar Premier League, setelah sebelumnya berhasil mengantarkan klub sebagai juara Inggris pada tahun 2004 dan 2006 silam.
Setelah menambahkan gelar Premier League dan Piala Liga pada musim lalu dan dia akan diikat dengan kontrak senilai 30 juta pundsterling hingga tahun 2019 mendatang.

Posted By:

Venezuela Kejutkan Tim Favorit Copa America 2015


Venezuela mampu meraih poin penuh di laga pembuka penyisihan Grup C Copa America 2015, Senin (15/6/2015) dinihari WIB. La Vinotinto –julukan Venezuela– secara mengejutkan mengalahkan salah satu tim favorit juara, Kolombia dengan skor 1-0
Bermain di Estadio El Teniente, Venezuela mampu meredam dominasi permainan Kolombia sejak awal babak pertama. Kolombia yang diperkuat James Rodriguez dan Radamel Falcao seolah dibuat tak berdaya dengan strategi serangan balik cepat yang diterapkan pelatih Venezuela, Noel Sanvicente.
Kemenangan atas Kolombia membawa Venezuela memimpin klasemen sementara Grup C dengan perolehan tiga poin.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Kolombia langsung mengambil inisiatif serangan sejak wasit Andres Cunha meniup peluit. Pelatih Kolombia, Jose Pekerman, terlihat mengandalkan Juan Cuadrado, James Rodriguez, dan Radamel Falcao untuk membongkar barisan pertahanan Venezuela.
Meski memiliki penguasaan bola yang lebih baik, Kolombia terlihat kesulitan memasuki wilayah pertahanan Venezuela. Anak-anak asuhan Noel Sanvicente mampu meladeni permainan Los Cafeteros –julukan Kolombia– dengan baik.
Keasikan membangun serangan seolah membuat Kolombia lengah di wilayah pertahanan.
Melalui Alenjandro Guerra yang memanfaatkan kesalahan Cristian Zapata, Venezuela melakukan serangan balik cepat ke dalam kotak penalti Kolombia. Beruntung upaya tendangan Guerra masih mampu diblok Juan Zuniga.
Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berjalan lebih seimbang. Baik Kolombia mau pun Venezuela, tidak ada yang mampu membuat serangan berarti. Kedua tim lebih banyak memainkan bola di wilayah tengah lapangan.
Guerra! Di menit 42, pesepakbola 29 tahun itu nyaris membuka keunggulan bagi Venezuela. Menerima umpan dari Ronald Vargas, Guerra melepaskan tendangan akrobatik dari dalam kotak penalti. Sayang, sepakannya masih melebar tipis dari gawang David Ospina.
Di menit akhir babak pertama, Kolombia mendapat kesempatan melalui tendangan bebas, usai pelanggaran yang dilakukan pemain Venezuela pada Falcao.
Akan tetapi, bola yang dikirim Rodriguez ke kotak penalti La Vinotinto tidak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh para pemain Kolombia. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Babak Kedua
Berhasrat mengakhiri pertandingan dengan tiga poin, Kolombia memulai babak kedua dengan semakin agresif. James Rodriguez dan rekan-rekan semakin meningkatkan tempo permainan.
Peningkatan tempo yang ditampilkan Kolombia terbukti membuahkan hasil yang cukup baik. Melalui Rodriguez dan Falcao, Los Cafeteros secara beruntun memiliki dua peluang dari dalam kotak penalti Venezuela. Akan tetapi, penampilan apik Alain Baroja membuat tak satu pun peluang Kolombia berbuah gol.
Kesalahan Kolombia di babak pertama kembali terulang di babak kedua. Melalui serangan balik cepat di menit 55, Guerra mendapat peluang emas di dalam kotak penalti Kolombia. Sayang, sundulan Guerra masih membentur mistar gawang.
Gol! Serangan balik Venezuela benar-benar menjadi malapetaka bagi Kolombia. Secara mengejutkan, La Vinotinto mampu membuka keunggulan melalui Salomon Rondon di menit 60.
Menerima umpan Guerra, Rondon yang berada di dalam kotak penalti memenangkan duel udara dengan bek Kolombia. Sundulan keras striker 25 tahun itu pun mampu membawa timnya unggul 1-0 dari Falcao dan rekan-rekan.
Memasuki pertengahan babak kedua dalam keadaan tertinggal, Kolombia semakin meningkatkan tempo permainannya. Teofilo Gutierrez yang baru masuk menggantikan Bacca hampir saja menyamakan kedudukan.
Menerima umpan Rodriguez di menit 73, Gutierrez yang berdiri bebas di kiri pertahanan Venezuela melepaskan tendangan ke gawang Baroja. Sayang, tendangannya masih mampu diamankan kiper 25 tahun itu.
Baroja! Lagi-lagi penyelamatan gemilang dilakukan kiper Venezuela. Di menit 80, tiga kali beruntun ia mementahkan peluang yang dimiliki tiga pemain Kolombia. Performa apiknya pun berhasil membuat gawang Venezuela tetap perawan.
Berusaha mengejar ketertinggalan, pelatih Jose Pekerman pun memasukkan Jackson Martinez, menggantikan Pablo Armero. Akan tetapi hingga memasuki lima menit injury time, Martinez gagal memberikan perubahan berarti untuk Los Cafeteros. Pertandingan pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Venezuela.
Hasil ini membawa Venezuela memimpin klasemen sementara Grup C dengan tiga poin, unggul dari Kolombia, Brasil, dan Peru. Brasil dan Peru sendiri baru akan saling berhadapan pada Senin (15/6/2015) pagi WIB.
Susunan Pemain:
KOLOMBIA (4-4-2): Ospina; Zuniga, Zapata, Morillo, Armero (Martinez ’82); Cuadrado, Sanchez (Cardona ’63), Valencia, Rodriguez; Bacca (Gutierrez ’72), Falcao.
VENEZUELA (4-2-3-1): Baroja; Rosales, Vizcarrondo, Tunez, Amorebieta; Rincon, Seijas (Lucena ’75); Vargas (Gonzalez ’78), Guerra, Arango; Rondon.
Posted By:

Dua Gol di Lima Menit Pertama


Timnas Brasil menjalani laga pertama grup C melawan Peru, dan baru lima menit dimulai. Dua gol sudah dilesakkan masing-masing tim.
Gol pertama datang dari kaki Christian Cueva yang memanfaatkan lemahnya koordinasi lini pertahanan Brasil, David Luiz tak bisa mengamankan bola dan Jefferson justru memberikan bola kepada Cuevas.
Namun dua menit berselang, Neymar langsung menyamakan kedudukan. Bintang Barcelona itu menyambut umpan silang Daniel Alves dengan tandukkan kepalanya, skor menjadi 1-1.
Susunan Pemain:
Brasil: Jefferson, Filipe Luis, David Luiz, Miranda, Dani Alves, Elias, Fernandinho, Willian, Neymar, Fred, Diego Tardelli
Peru: Pedro Gallese, Luis Advincula, Carlos Zambrano, Carlos Ascues, Juan Manuel Vargas, Josepmir Ballon, Carlos Lobaton, Joel Sanchez, Jefferson Farfan, Christian Cueva, Paolo Guerrero
Posted By:

Kolombia Tertinggal dari Venezuela


Gol! Bermain di Estadio El Teniente, Senin (15/6/2015), Venezuela secara mengejutkan mampu membuka keunggulan melalui Salomon Rondon di menit 60.
Menerima umpan rekan setimnya, Rondon yang berada di dalam kotak penalti memenangkan duel udara dengan bek Kolombia. Sundulan keras striker 25 tahun itu pun mampu membawa La Vinotinto unggul 1-0 dari Kolombia.
Susunan Pemain:
KOLOMBIA (4-4-2): Ospina; Zuniga, Zapata, Morillo, Andrade; Cuadrado, Sanchez, Valencia, Rodriguez; Bacca, Falcao.
VENEZUELA (4-2-3-1): Baroja; Rosales, Vizcarrondo, Tunez, Amorebieta; Rincon, Seijas; Vargas, Guerra, Arango; Rondon.
Posted By:

La Albirroja Berhasil Memanfaatkan Kelengahan Argentina


Timnas Paraguay berhasil memanfaatkan kelengahan Argentina yang mengendurkan tempo permainan di babak kedua, setelah unggul 2-0 di babak pertama. Di laga penyisihan grup B Copa America 2015, La Albirroja mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Kapten Albiceleste, Lionel Messi pun mengakui timnya ‘tertidur’ di babak kedua dan gagal ‘membunuh’ laga dengan gol ketiga.
“Kami bermain baik di babak pertama, tapi kami tertidur di babak kedua. Kami seharusnya membunuh laga ketika mereka (Paraguay) menyerang kami. Di babak pertama kami sepenuhnya menguasai penguasaan bola, tapi di babak kedua Paraguay merebut bola dari kami,” terang messi seperti dilansir Soccerway, Senin (15/6/2015).
Sang kapten yang baru meraih treble kedua bersama Barcelona itu pun mengingatkan kepada rekan-rekannya, untuk tak mengulangi penampilan serupa kala melawan Uruguay pada Rabu 17 Juni 2015 pagi WIB.
“Jelas sekali rasa frustasi muncul mengakhiri laga dengan hasil imbang setelah unggul 2-0. Tapi kami harus melangkah maju dan berpikir mengenai Uruguay serta berkembang. Kami harus lebih menjaga bola dan mengatur intensitas permainan,” imbuh La Pulga.
Posted By:

Arsenal Belum Menyerah Kejar Gelandang Jerman


Arsenal sepertinya belum menyerah untuk mencoba mendatangkan gelandang internasional Jerman, Lars Bender. Meski sudah berkali-kali ditolak, The Gunners dikabarkan masih berusaha mengajukan penawaran kembali di bursa transfer musim panas ini.
Bender merupakan pemain incaran lama pelatih Arsene Wenger. Sejak 2013, Wenger sangat terkesan dengan performa dan gaya permainan kapten Bayer Leverkusen itu. Sayang, beberapa kali penawaran yang diajukan Arsenal selalu ditolak manajemen Leverkusen.
Bender sendiri sejatinya selalu menunjukkan loyalitasnya pada Leverkusen. Bahkan setelah mendapat penawaran pertama dari The Gunners pada 2013, pesepakbola 26 tahun itu malah memperpanjang kontrak dengan Werkself –julukan Leverkusen– hingga 2019.
Meski demikian, hal-hal tersebut sepertinya tidak sedikit pun menghilangkan semangat Arsenal untuk memboyong Bender. Diberitakan The Independent, Senin (15/6/2015), Meriam London akan menawar kembali saudara kembar Sven Bender itu. Mahar sebesar 18 juta pounds atau sekira Rp372 miliar kabarnya siap diajukan kepada manajemen Leverkusen.
Keinginan memboyong Bender kembali mencuat setelah Arsenal dipastikan gagal menggaet target nomor satu yakni gelandang Southampton, Morgan Schneiderlin. Schneiderlin kabarnya akan segera merapat ke Manchester United dalam waktu dekat ini.
London Merah harus siap bersaing dengan Liverpool yang dikabarkan juga berniat menggunakan jasa Bender. Pelatih Brendan Rodgers tertarik menjadikan pemegang 19 caps di Timnas Jerman itu sebagai pengganti Steven Gerrard di lini tengah The Reds.
Posted By: